Thursday, February 23, 2006

My life.

A'kum. Macam dah lama je tak memblogging. Bosan-bosan duduk rumah ni, baik aku blogging malam ni. Ada juga faedahnya. How's about me? I'm fine, thank you. Sory la p-dah sbb dah lama tak call kau. Bil telefon aku bulan ni meningkat 2 kali ganda berbanding sebelum ni. So, aku nak kurangkan balik angka tu dalam bulan ni. So, kalau kau tertanya-tanya ttg aku, aku ok dan aku sihat as usual. Hari ni, aku baru balik dari ayer molek, makan satay. Dah la makan satay, ditambahnya lagi dgn mee goreng sepinggan. Bayangkan. Beberapa hari, aku duduk umah je, tak buat apa selain drp mengemas umah, memasak, makan, dan menyiapkan kerja yang cikgu Zainon bagi 2 minggu lepas yang aku tangguhkan dulu. Tadi cikgu Das msg aku ttg laptop cikgu Zainon. Buat seketika aku rasa panik. Tapi lepas call dia, baru aku rasa lega sbb dia cuma nak tanya je. Phew! Anyway, dak along ajak aku pegi KL minggu ni sbb nak ajak aku tonton PGLtM. Bila pikir mmg best, tapi aku rasa tak best pulak kena tinggalkan umah kesayangan ku ni selama beberap hari. Aku rasa aku ni home sick kot! TIDAK!!!!!!! Kalau aku home sick, macam mana aku nak pegi universiti nnt? Speaking of universiti, rasa cuak pulak bila result SPM hampir tiba. Minggu depan dah masuk bulan Mac, tap tup tap tup, dah tiba pertengahan bulan Mac. Aku sure mesti ramai yang cuak dan tak sabar nak menerima keputusan SPM '05. Eee, gerun aku bila memikirkannya. Tapi, dengan berkat doa dan kesungguhan kita masa jawab last year, I think that we all manage to have flying colour results. kpd CTM, keje bebaik kat KL tu, jgn asyik nak fikirkan Anuar Zain je. To you my dear Farra, belajar rajin2 dan jaga tingkah laku kau kat sana. Remember us always! So, I'll see you all later at school, when the time come.

Tuesday, February 21, 2006

Seni Surat Raja-raja Melayu

BAHASA Melayu merupakan salah satu dari kira-kira 500 bahasa dalam rumpun bahasa Austronesia yang ditemukan di daerah yang terentang dari Selandia Baru (Maori) menyeberangi Lautan Teduh ke Asia Tenggara, bahkan menyeberangi Samudra Hindia ke Madagaskar. Bahasa Melayu termasuk subkelompok Indonesia dalam bahasa Austronesia. Subkelompok ini mencakup bahasa Jawa, Sunda, dan Minangkabau. Meskipun bahasa Melayu bukan bahasa suku bangsa terbesar di Indonesia, karena alasan sejarah dan sosial, ia menjadi lingua franca (bahasa perhubungan) bukan saja di Kepulauan Indonesia, melainkan juga di banyak daerah di Asia Tenggara (Russel Jones, 2002: 74)

Kita tak tahu di mana bahasa Melayu mula-mula berkembang. Catatan tertua dari bentuk bahasa Melayu tertulis ditemukan pada prasasti batu yang ditemukan bukan di Malaysia melainkan di Sumatra Selatan. Prasati Melayu Kuno ini adalah titah yang diperintahkan untuk diabadikan pada batu oleh penguasa waktu itu.

Namun, kebanyakan penutur bahasa Melayu sebetulnya tidak dapat menulis. Sebaliknya, sebagai bahasa lisan, bahasa Melayu tumbuh subur, baik di istana kerajaan maupun di antara rakyat jelata. Bahasa ini memiliki ciri luar biasa karena dapat sangat disederhanakan, menghasilkan bahasa “Melayu Pasar” untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini mungkin dapat menjelaskan mengapa bahasa Melayu tersebar ke seluruh Kepulauan Indonesia. Dapat dikatakan sejak kira-kira tahun 1000, bahasa Melayu telah menjadi bahasa umum, lingua franca, bagi banyak orang di wilayah ini, terutama mereka yang terlibat dalam perdagangan.

Russel Jones (2002: 74) menjelaskan, orang Melayu mulai belajar menulis ketika pedagang dan penyiar Islam tiba sekira tahun 1300 M. dan memulai proses menarik orang Melayu masuk Islam, mereka menemukan bahasa Melayu yang harus mereka pelajari. Namun, karena tidak dikenal kemampuan menulis, maka para mubalig mulai mengajar orang Melayu menggunakan tulisan yang mereka gunakan, yaitu Arab. Contoh tertua yang masih ada dari bahasa Melayu yang ditulis dalam aksara Arab adalah prasasti pada batu yang ditemukan di negeri Trengganu di pantai timur Semenanjung Melayu.

Di tangan orang Melayu, aksara Arab itu diubah dan huruf khusus diciptakan untuk bunyi yang tak ditemukan dalam bahasa Arab seperti kh, g, ng, ny, dan p. Tulisan Arab-Melayu ini dikenal sebagai Jawi, digunakan untuk penulisan naskah hingga abad ke-19.

Dalam dunia tulis yang baru inilah turut berkembang seni surat-menyurat. Surat-surat Melayu berhias merupakan sebagian manifestasi kesenian Melayu yang paling indah. Bahan yang paling penting untuk menghiasi surat Melayu ialah emas yang melambangkan keagungan dan kebesaran. Emas sebagai penyungging ini kerap ditujukan untuk mencerminkan kekayaan dan pamor sang penguasa. Surat yang ditulis pada abad ke-18 dari dua pangeran Bali kepada Gubernur Belanda di Semarang memperlihatkan maksud tersebut secara ekstrem. Surat ini benar-benar ditulis di atas lembaran suasa yang berbentuk seperti daun lontar.

Unsur resmi dalam surat kerajaan Melayu dapat diamati pada surat yang disungging dengan indah. Surat-surat Melayu secara umum memiliki desain tersendiri dan kaya akan hiasan sehingga menghasilkan budaya seni menulis surat yang bermutu tinggi. Berikut ini adalah bagian-bagian dari desain surat Melayu, yang meliputi kepala surat, cap/segel surat, pujian-pujian surat (bagian pertama teks surat), isi surat, penutup surat, hadiah kepada si penerima, dan iluminasi surat.

Pertama, kepala surat. Yaitu ungkapan keagamaan singkat biasanya dalam bahasa Arab, ditulis di bagian atas lembaran kertas dengan khat arab yang ditumpuk atau disebut jenis khat Tsulutsi Jali. Bentuk kepala surat ini ada yang membentuk bidang segi tiga sama kaki, elips, bulat, dan sembarang. Pemilihan kata-kata dan letaknya kadangkala berubah mengikut pangkat penulis dengan penerima dan juga tujuan surat itu ditulis.

Bunyi dari kepala surat yang biasa digunakan yaitu qawluhu al-haqq (kataNya benar) dan al-syams wal qamar (matahari dan bulan).
Kedua, puji-pujian. Bagian pertama teks surat mengandung puji-pujian pembukaan yang dinyatakan dalam bahasa resmi Melayu atau bahasa Arab yang berbunga-bunga yaitu menyatakan nama, gelar serta alamat pengirim dan penerima. Kalimat puji-pujian tersebut biasanya berbunyi, “Bahwa ini warkat tulus dan ikhlas serta suci putih hati yang tiada berhingga dan kesudahan selagi ada peridaran cakrawala matahari dan bulan, dari pada beta Seri Paduka Sultan Sultan Mahmud Syah yang mempunyai tahta kerajaan negeri Johor dan Pahang serta daerah takluknya sekalian. Maka barang disampaikan Tuhan seru alam sekalian apalah kiranya datang kehadapan majlis sahabat beta ialah Seri Paduka Thomas Raffles,...”

Atau, “Fa-hadhihi warkat al-fathirah mim mi al-fuad al-tahirah yang termaktub dalamnya mahtasar al-kalam bi al-saaadat al-abdiat, maka diiringi pula dengan tabik diperbanyak serta hormat tulus dan ikhlas yang tiada berkeputusan madamat alilali wa al-atim ali al-dawan, ialah daripada hamba tuan Sultan Cakra Adiningrat yang menjaga pekerjaan Seri Maharaja Inggris di dalam negeri Madura adanya. Maka barang disampaikan Tuhan seru sekalian alam apalah kiranya ke bawah hadrat Tuan Yang Maha Mulia yaitu tuan Gubernur Jendral Thomas Stamford Raffles....”

Kalimat puji-pujian ini biasanya ditebalkan atau menggunakan khat yang berbeda dari isi selanjutnya. Bagian ketiga, isi. Kata arab wabadahu (setelah itu) menandai akhir puji-pujian dan awal dari isi, atau inti surat sendiri yang sebenarnya. Misalnya inti dari surat Sultan Syarif Kasim (14 Februari 1811) ialah keluhan kepada Raffles tentang kegiatan perompakan oleh tetangganya, Sultan dan Pangeran Anom dari Sambas.

Keempat, penutup surat. Menulis penutup surat kadang-kadang diusahakan ditulis dalam satu baris sehingga ditumpuk menggunakan khat Tsulusi Jali. Selanjutnya diakhiri dengan tanggal dan tempat penulisan dalam penanggalan Islam (Hijriah). Setelah selesai penulisan surat, alamat akan ditulis pada kertas pembalut surat atau pada belakang surat itu. Khusus untuk surat raja biasanya dimaksudkan ke dalam sampul surat sutra berwarna kuning. Surat urusan diplomatik yang penting biasa disampaikan kepada utusan yang ditunjukannya disambut dengan iringan atau upacara adat beradat, sementara surat biasa diantar oleh nakhoda atau saudagar.

Kelima, hadiah. Menjelang akhir bagian isi, si pengirim biasanya mengemukakan hadiah yang mengiringi suratnya, atau merupakan salam hangat. Misalnya surat Sultan Pontianak Syarif Kasim kepada Raffles yang menyebutkan hadiah berupa dua buah manuskrip yaitu satu buku undang-undang dan satu Hikayat Raja Iskandar, sebab Raffles pun pernah memberi kain dan sepasang sepatu emas kepada Sultan. Selain hadiah, disertakan pula ucapan perpisahan atau sekadar salam hangat dari keluarga Sultan.

Keenam, iluminasi atau hiasan surat. Dalam kebiasaan seni menulis surat Melayu, cara mengatur tulisan pada kertas dipertimbangkan dari segi diplomasinya dan keindahan rupa penampilan hiasannya. Hampir keseluruhan surat yang penulis teliti ditulis dalam satu lembar kertas, tetapi kalau lebih dari satu lembar biasanya kertasnya disambung dengan lem atau perekat lainnya dan dijadikan satu lembar sehingga lebih panjang.
Dari delapan surat yang penulis teliti, kertas yang digunakan kebanyakan kertas Eropa buatan Inggris dan Belanda, hanya satu yang dibuat di atas kertas Cina yaitu surat yang paling tua dari Sultan Iskandar Muda kepada Raja James I (1615 M). Setelah selesai penulisan surat, kemudian dilipat atau digulung sebelum diantar dan dimasukkan ke dalam amplop kain.
Surat kerajaan yang penting biasanya disungging dengan ragam hias bunga, daun, motif geometris dari perak, emas, dan warna.

Ketujuh, cap surat. Di dunia Melayu, cap disebut juga sebagai materai, tera, atau mohor dan telah digunakan selama lebih dari 1000 tahun. Bukti dari penggunaan cap yaitu ditemukannya cap Sultan Alauddin Riayat Syah dari Aceh yang terdapat pada dokumen yang bertarikh sekira 1602.
Dilihat dari bentuknya maupun hiasannya, mungkin cap melayu ini merupakan yang paling indah dibandingkan cap yang ditemukan di negara Islam lainnya. Dari segi pembuatan cap pun orang Melayu mungkin ada yang meniru atau terpengaruh cap Rasulullah Muhammad saw yang terbuat dari perak yang diukir dengan kalimat syahadat. Selain perak ditemukan juga cap yang terbuat dari tembaga, batu dan batu permata yang diikat dengan logam. Mengenai pembuatan cap biasa dilakukan oleh tukang emas menurut desain yang ditetapkan oleh juru tulis.

Sebagai tinta cap atau wadana orang Melayu menggunakan jelaga lampu dan sejenis lilin atau malam. Jelaga lampu untuk warna hitam dan lilin untuk macam-macam warna. Di Timur tengah, ahli filsafat dan teologi Al-Ghazali menyebutkan bahwa tinta dibuat dari vitriol dan sejenis kacang-kacangan, bahan yang sama masih digunakan sampai sekarang di Eropa. Namun komposisinya dapat sangat bervariasi dan bahan-bahan lain juga ditambahkan sejumlah resep biasanya berasal dari para penulis itu sendiri.

Karena sedikit sekali surat Melayu yang pernah diterbitkan atau dibincangkan, kecuali secara terpisah, maka orang pribumi sekarang mungkin belum banyak mengetahui mengenai keberadaanya, apalagi memahami tingginya budaya tulis di Indonesia melalui peninggalan yang berharga ini.

Wednesday, February 15, 2006

Rombakan Kabinet Malaysia.

PUTRAJAYA 14 Feb. - Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi hari ini mengumumkan rombakan Kabinet yang menyaksikan dua timbalan menteri dinaikkan pangkat sebagai menteri penuh dan dua bekas menteri dilantik semula sebagai menteri.

Timbalan menteri yang dinaikkan pangkat ialah Datuk Zainuddin Maidin daripada Timbalan Menteri Penerangan kepada Menteri Penerangan dan Datuk Zulhasnan Rafique daripada Timbalan Menteri Wilayah Persekutuan kepada Menteri Wilayah Persekutuan.

Zainuddin menggantikan Datuk Seri Abdul Kadir Sheikh Fadzir yang meletakkan jawatan semalam manakala Zulhasnan mengisi kekosongan berikutan peletakan jawatan Tan Sri Isa Samad pada Oktober tahun lalu.
Dalam pengumuman yang dibuat kira-kira pukul 2.45 petang di Jabatan Perdana Menteri itu, Perdana Menteri turut melantik semula dua bekas menteri iaitu Datuk Seri Mohd. Effendi Norwawi sebagai Menteri di Jabatan Perdana Menteri dan Datuk Tengku Adnan Tengku Mansor sebagai Menteri Pelancongan.

Mohd. Effendi yang sebelum ini pernah menjadi Menteri Pertanian menggantikan Datuk Mustapa Mohamed yang berpindah ke Kementerian Pengajian Tinggi mengambil alih tugas Datuk Seri Dr. Shafie Mohd. Salleh yang digugurkan.

Tengku Adnan pula yang pernah menjadi Menteri di Jabatan Perdana Menteri menggantikan Datuk Dr. Leo Michael Toyad yang turut digugurkan.
Shafie dan Toyad merupakan jemaah menteri yang paling singkat menyandang jawatan itu selepas mereka dilantik dalam pembentukan Kabinet oleh Abdullah pada 27 Mac 2004.

Rombakan yang diumumkan oleh Perdana Menteri pada sidang akhbar khas yang turut dihadiri oleh Timbalan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak itu menyaksikan dua lagi menteri berubah portfolio.

Datuk Seri Azmi Khalid yang sebelum ini Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri berpindah ke Kementerian Sumber Asli dan Alam Sekitar, menggantikan Datuk Seri Adenan Satem yang meletakkan jawatan.

Tempat Azmi di Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri diambil alih oleh Datuk Mohd. Radzi Sheikh Ahmad yang sebelum ini Menteri di Jabatan Perdana Menteri.

Bagi timbalan menteri pula, menyaksikan Datuk Tengku Putera Tengku Awang digugurkan dari jawatan Timbalan Menteri Kewangan.
Turut digugurkan ialah Timbalan Menteri Pelajaran, Datuk Mahadzir Mohd. Khir dan Timbalan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani, Datuk Seri Kerk Choo Ting.

Tempat Tengku Putera diambil alih oleh Datuk Dr. Awang Adek Hussin yang sebelum ini Timbalan Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah.
Tempat Awang Adek diambil alih oleh Datuk Zainal Abidin Osman yang sebelum ini Setiausaha Parlimen Kementerian Luar Negeri.

Kementerian itu turut menyaksikan kehadiran muka baru apabila Ahli Parlimen Kemaman, Ahmad Shabery Cheek dilantik menggantikan Zainal Abidin.

Datuk Noh Omar yang sebelum ini Timbalan Menteri Keselamatan Dalam Negeri pula menggantikan Mahadzir, manakala tempat Noh diambil alih oleh Datuk Mohd. Johari Baharum yang sebelum ini Setiausaha Parlimen di Jabatan Perdana Menteri.

Seorang lagi Setiausaha Parlimen yang dinaikkan pangkat ialah Datuk Wira Abu Seman Yusop yang sebelum ini Setiausaha Parlimen Kementerian Keselamatan Dalam Negeri. Beliau menjadi Timbalan Menteri Wilayah Persekutuan bagi menggantikan Zulhasnan.

Timbalan Menteri Keselamatan Dalam Negeri, Chia Kwang Chye pula bertukar ke Kementerian Penerangan sebagai timbalan menteri bagi menggantikan Datuk Donald Lim Siang Chai.

Donald pula beralih ke Kementerian Pelancongan sebagai timbalan menteri menggantikan Datuk Ahmad Zahid Hamidi yang bertukar ke Kementerian Penerangan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Zainuddin.
Muka baru yang dilantik menjadi Setiausaha Parlimen ialah Senator Datuk Dr. Vijayaratnam a/l Seevatram bagi Kementerian Perusahaan Perladangan dan Komoditi.

Beliau menggantikan Ng Lip Yong yang dinaikkan pangkat sebagai Timbalan Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri, menggantikan Mah Siew Keong yang mengambil kedudukan Choo Ting.

Sementara itu, Pengerusi Risda, Datuk Abdul Rahman Suliman dilantik menjadi Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri.

Kementerian Belia dan Sukan turut menyaksikan perubahan bagi Timbalan Menterinya, Datuk Ong Tee Kiat bertukar sebagai Timbalan Menteri di Kementerian Pengajian Tinggi menggantikan Datuk Fu Ah Kiow yang berpindah ke Kementerian Keselamatan Dalam Negeri.

Tempat Tee Kiat di Kementerian Belia dan Sukan diambil alih oleh muka baru yang merupakan Ketua Pemuda

Tuesday, February 14, 2006

You're so special.

My dear,
What a great life I got,
When you were besides me,
I felt so comfortable,
When you hold me in your arm,
I felt safe,
When I heard your voice,
Oh dear,
You're so special.

When you carried me for nine months,
You never complaint about me,
When you brought me out to this world,
With great pain and suffer,
You never tired to do so,
But you happy with my arrival,
And that moment I realized,
You're so special.

For many years you took care of us,
Although you're a working woman,
But you never ignored us,
You still play with us,
When you really really tired,
At that time,
We realized,
That you loved us so much,
And that make you so special,

For 17 years I lived with you,
For 17 years you knew me so well,
For 17 years you nourished me,
With love and your guidance,
Until one day I realized,
You're so special.

But,
For many years I never do something big for you,
I always keep myself away from you,
So that you'll never ask me to do somethings,
I was a selfish boy,
But still,
You never get angry with me,
You took care of me,
Taught me in my study,
Until I got a flying colour result,
I realized that,
You're so special.

Every year you getting older and older,
And I realized that too,
You were so sensitif at the edge of your age,
Every little words I said,
Every little jokes I made,
You took it so deeply,
That sometimes my heart felt so hurt,
At that time,
I felt,
That you're not special anymore.

On Wednesday,
You told me almost everything I need to know,
But I didn't think why do you do that,
Until the night arrived,
You looked so sick,
But in my heart I still said that you going to be fine,
But,
I was wrong,
You leave me,
You leave us all,
At that time,
I realized something,
That you're special to me,
Now and forever.

I was burdened,
By the problems after,
I imagine myself as a mouse,
Trapped between two predators,
I don't know what to do,
I'm blurr,
At this time,
When I wrote this poem,
I know that,
I need you so much,
Because why?
Because you're so special.

Saturday, February 11, 2006

Sepi......................................

A'kum. Apa khabar? Lama tak dengar khabar. Aku pun dah lama tak dengar khabar korang semua. Aku tengok blog kelas kita macam dah kena tinggal je, betul ke aki???? Tapi takpe sbb aku tahu korang semua mesti sibuk giler punya, betul tak? Anyway, hari ni aku nak cite la sikit tentang kengkawan aku. As you all know, our farra has entered UTP at Perak. To be frank, I always give her a call, almost everyday. I asked her how she's doing there, what does she do or have her make some new friends and something like that. She always told me about the univercity, the guys and the gals, her condition there and also what she has to face everyday. I think she handle it very well indeed, yes very well. Stay focus farra and be the best amongst them. If there any problems, call me. My class monitor, Akmal is also in Perak, but not for UTP. He's taking STAM (Sijil Tinggi Agama Malaysia) which able him to go oversea (West Asia countries). He said he want to be a 'Mufti', just like Ahmad Fathi's father. There, he got himself lots of new friends, espeacially from Borneo. He also said that there are many among his friends which have experiences living at oversea, which makes Akmal so excited. Good luck Akmal. About Yusri, he's giving a private tuition class to the form three students. He has a talent to be a teacher, of course. Rafidah just like me, sitting around and doing nothing. She's trying to get a driving license. Good luck p-dah. Koe as we know is in Giatmara. He said that he was fine. It will take six months for him to finish up there. CTM, while baby-sitting her sister, she is right now in the process of having her own driving license. Good luck! Wak, our famous boy, as far as I heard from him, he is now working as a waiter or something like that at a restaurant known as 'Warung Anda' in his area. You can find him there. Marzuki, I don't know what he is doing now. But I only know one thing, that he is also in the process of having a driving license. But now, he's still in KL. I don't know when he want to start learning to drive. I'm still waiting for him. And aki, while you in KL, why don't you update our class blog. That will be a great deal for all of us. I think that's all I know about some of my friends. I hope the rest doesn't involve in anything stupid. And, lets us pray together for our success in SPM. I heard the result will be announced in the middle of March. So, lets pray. Adios.

PS : Aku bukannya nak mendesak kau Aki, walaupun percakapan aku macam mendesak kau. Tapi, aku nak kau abiskan belajar motor dengan kadar yang segera, dengan harapan supaya kau senang nak travel ke mana2 saja yang kau suka. Dengan cara ni, tak la aku nengok kau macam boring je tak dapat keluar rumah. Sorry la kalau ko tersinggung dengan permintaan aku. Memang aku boring pun belajar kete sorang2, but the main reason for me to do that is to look you riding a motorcycle, free to go everywhere you want. It's true that it's better for you to live with your family since you haven't spend lots of your time with them back at school. Tapi, apa2 hal pun abiskan la belajar motor tu, lepas tu kau nak duduk kat KL pun aku tak kisah la. That is my vision, to see my friends live happily with their own family, independenly, freely to do anything they want.

Thursday, February 09, 2006

Sesi belajar kete...............

I'm back. It has been a while, doesn't it? I hope semua orang dalam keadaan sihat sejahtera selalu. Minggu ni merupakan minggu yang paling sengal bagi diriku. Dalam minggu ni, dah dua kali aku bawak kereta. Percaya ke tak, aku rasa memandu kereta merupakan perkara yang paling best sekali dalam hidup aku. Tapi, ada juga kesengalannya. Firstly, hari pertama aku bawak kereta, iaitu hari Isnin lalu, Tok Mat suruh aku memandu dari Kesang ke Melaka! Terkejut beruk aku bila Tok Mat suruh aku bawak kereta, ialah aku ni mana tau sangat bawak kereta. Aku pun take over la, dan aku pun berasa kagum dengan diri aku sendiri. Mana taknya, ada time tu aku terpecut sampai 70mph. Tok Mat pulak yang panik, suruh aku slow. First day was quite tough, although I can managed it very well indeed. Lepas dah bawak kereta, aku tak sabar-sabar nak bawak lagi. So, pada hari Rabu, aku bawak lagi kete for a second time. Kat MSDC, aku pun buat la latihan parking ngan naik bukit. Dua jam kemudian, aku pun blah. Sebelum blah aku terserempak ngan dak Yusri. Hari ni dak Yusri ambik ujian pra-test dan aku dengar dia lulus. So, congratulation to him. So, esok aku akan bawak kereta for the third time. Tak tau la macam mana esok, harap-harap okey la. Before I leave, I was hoping that everyone outside there, especially my siblings pray for my success to get a license. I can't wait to grab it and put it in my wallet. One more thing, kepada Marzuki, bila kau nak balik Melaka belajar bawak motor??? Boring la aku sesorang kat Melaka belajar kereta. Yusri dah nak abis dah. So, hurry up won't you. Adios :-)